NateenASISTEN PERAWATAN
Perpustakaan Klinis · Kondisi Kandung Kemih

Inkontinensia Urine Tekanan (SUI)

Kebocoran yang dipicu oleh tekanan: batuk, bersin, tertawa, atau aktivitas fisik.

Inkontinensia tekanan muncul ketika 'penyangga' dasar panggul atau otot sfingter itu sendiri melemah. Katup tidak tetap tertutup di bawah tekanan sehingga urine keluar.

Kondisi ini sangat umum terjadi setelah melahirkan (terutama dengan bantuan forceps atau episiotomi), saat menopause karena perubahan hormonal, atau pada pria setelah operasi prostat.

Peran konstipasi

Mengejan terlalu keras dan sering saat buang air besar dapat meregangkan saraf pudendal dan melemahkan dasar panggul. Mengatasi konstipasi adalah bagian dari penanganan kebocoran akibat tekanan.

Lihat bagan anatomi →

Informasi Lebih Lanjut

Lembar detail ini ditampilkan dalam bahasa Inggris sementara proses penerjemahan sedang disiapkan.

Kebocoran saat beraktivitas: batuk, tertawa, berolahraga. Masalah mekanis yang dapat ditangani dengan baik.

Definisi

Inkontinensia urine tekanan (stress urinary incontinence) adalah kebocoran yang dipicu oleh tekanan pada kandung kemih (batuk, bersin, mengangkat beban, olahraga), ketika dasar panggul dan sfingter tidak lagi mampu menahan dengan cukup kuat.

Penyebab

Persalinan, menopause, berat badan berlebih, batuk kronis, dan pada pria, operasi prostat.

Diagnosis

  • Tes batuk dengan kandung kemih penuh.
  • Tes pembalut (pad test) untuk mengukur jumlah kebocoran.
  • Penilaian urodinamik sesuai kebutuhan.

Pengobatan

Rehabilitasi dasar panggul, yang diawasi oleh fisioterapis, adalah penanganan pertama. Terapi hormon lokal dapat membantu setelah menopause. Jika ketidaknyamanan berlanjut, operasi penyangga uretra (sling) memberikan hasil yang baik.

Saran Nateen

Kebocoran akibat tekanan terjadi singkat namun berulang: batuk, tertawa, berolahraga. Pembalut inkontinensia Hospeen Lady yang tipis dan pas di tubuh menampungnya dengan cepat dan dapat diganti secara diam-diam sepanjang hari.

Konten edukasi yang ditulis untuk keluarga dan pendamping (caregiver). Konten ini tidak menggantikan konsultasi medis: dokter, perawat spesialis inkontinensia, atau fisioterapis yang berwenang menegakkan diagnosis dan menentukan pengobatan.